Healthy

Catatan IUD T-Copper Gratis Program Pemerintah setelah dua tahun lebih.

Rencananya akhir tahun 2017 ini saya mau lepas IUD mau hamil lagi InshaAllah ah tapi masih bimbang. Padahal sebelum umur 35 tahun saya pengen hamil karena menurut bu Bidan, faktor umur sangat mempengaruhi plasenta menerima nutrisi optimal yang nanti di serap oleh bayi. Itu sih teorinya.

Bimbangnya yang pertama dari psikologis Anas 4 tahun dan yang paling penting kesiapan finansial jadi pertimbangan kami. Nah loh bimbang kan :p
Yah nanti kami pikirkan lagi masalah ini hehehehe
Anyway saya mau cerita tentang Kontrasepsi Non Hormonal IUD T-Cooper yang diberikan pemerintah secara cuma-cuma alias GRATIS. Pasang T-Cooper ini di puskesmas ya teman-teman, meski kalian gak punya BPJS gak akan ditarik biaya kok karena ini program pemerintah.

Sebelum saya memutuskan untuk pasang iud, saya memilih kontasepsi suntik 3 bulan sekali. Sayangnya saya berhenti memakai suntik KB ini karena masuk bulan ketiga, badan saya sering gak enak saya mulai dari sering sesak nafas, haid gak berhenti selama dua minggu lebih, sampai berkunang-kunang. Setelah itu saya langsung ke spesialis obgyn, suntikpun dihentikan. Saya lupa saat itu diberi obat apa, yang pasti obat ini benerin hormon yang eror. Akhirnya saya berhenti gak kb sama sekali sampai anak kedua kami lahir dengan jarak 3tahun 8 bulan Alhamdulillah gak kebobolan. Setelah kelahiran Anas, saya memutuskan untuk memakai alat kontrasepsi non hormonal dan inilah sedikit catatan saya pada bulan maret 2015 (dua tahun yang lalu).

Ridho Suami itu segala-galanya
Sebelum memakai alat kontrasepsi apa aja selalu bicarakan dengan pasangan. Contohnya saya ini pernah nekat diam-diam mau pasang iud pada saat itu hari kelahiran anas anak kedua kami, rencananya udah sekongkol sama dsa obgyn kalau ntar pas melahirkan minta langsung di pasang aja iudnya. Tapi kembali lagi kalau suami gak ridho ada aja halangannya dan ternyata bener udah di meja operasi iudnya gak di siapkan sama perawatnya. 🙁 Selama pasca kelahiran anak kedua kami, saya mencoba beberapa alat kontrasepsi seperti kondom adeeeh boros banget jatuhnya, pil KB waktu itu saya pakai jasmine dan sukses sering lupa minumnya jadi bolong-bolong. Sampai akhirnya gak tau kenapa suami mengijinkan saya untuk iud. Mungkin dia kasihan kali ngeliat saya jumpalitan ngurus anak sambil kerja. Akhirnyaaa T_T

Dan saya baru paham kenapa Paksu begitu, karena Suami gak tega dengan proses pemasangan IUD dan kontrol benang 6 bulan sekali kalau gak ada masalah tapi kalau ada masalah sebelum 6 bulan harus kembali lagi. Padahal saya tegar-tegar aja gak masalah, karena menurut saya lebih serem lagi kalau belum siap terjadi kehamilan 🙁

Alhamdulillah saya sudah dapet restu dari suami untuk iud. Mulailah Tanya info tentang pemasangan iud kalau di RSB tempat saya melahirkan anas biayanya sekitar 1jt (sudah termasuk alat) kalau di RSU sekitar 700rban (sudah termasuk alat). Kemudian kalau di puskesmas gratis karena termasuk program pemerintah. Alhamdulillah Baiknya pemerintah memberikan secara Cuma-Cuma untuk pasang KB IUD.

Pemasangan IUD ini lebih enak pada saat haid boleh pada hari ke 3,4,5,6,7 karena jadwal untuk KB di puskesmas hari rabu aja dan kebetulan saya haid hari ke 3 jadi pas banget jadwalnya dan tidak deras-derasnya. Demi prinsip ekonomi yang masih galau dengan masalah finansial pada saat itu saya memilih iud di puskesmas, tapi saya juga jaga-jaga bawa budget barangkali bu bidan berkenan memasangkan iud T-Nova yang kata mak-mak sebelah bagus kualitasnya, tapi ternyata bu bidan gak sedia alat ini dipuskesmas, Cuma disediakan T-copper aja. T-Copper ini jangka waktunya 8 Tahun, cukup lama ya Bissmilahirohmannirohim.

Pemasangan IUD yang bikin deg-deg an dimulai.
Mulailah saya tidur di meja obgyn dan Bidan mulai memegang senjatanya cocor bebek *gleg* gede juga itu cocor bebek terakhir saya cek papsmear 2tahun yg lalu cocor bebeknya bahannya dari plastik dan kecil dan sekarang gede dari stainlis hahahah Gak masalah udah niatkan bayang-bayang buruk dibuang hush hush hush… Bu bidan menyuruh saya rilex santai dan mengajak ngobrol standart sih kerja dimana dsb… eh gak sampai 5 menit iud udah terpasang. Sueeer gak sakit cepet banget prosesnya.

Oh ya ketika mengobrol dengan bu bidan sempat merasa sedikit ngilu tapi begitu sakit ambil nafas dalam ngilu itu hilang. Tenyata IUD gak sakit seperti apa yang saya bayangkan karena, waktu pasang iud saya haid hari ke 3 saat mulut rahim terbuka dengan sempurna. Dalam hati ah kalau kayak gini enteng lebih sakit waktu haid pertama sebelun menikah :p tapi bu bidan tetep ngasih saya pereda nyeri ini juga gratis. Setelah proses pemasangan IUD saya langsung kerja, mau naik angkot tapi kok enak ya naik becak udah lama saya gak naik becak … #kasian Naiklah becak saat perjalanan pulang ke rumah di becak lah kok saya mual mual pusing tuing tuing kayak orang hamil ini adalah efek normal karena benda asing masuk ke tubuh jadi diperlukan penyesuaian dulu.

Sampainya di kantor semua urusan ternyata udah beres yaudah saatnya me time jalan2 kuliner ke itc dulu sampai disana datang lagi ngilunya minumlah saya obat penghilang rasa nyeri dan hilang rasa nyeri itu. Pada saat gendong anas 11kg ngilu itu datang lagi. Jadi saya mengambil kesimpulan setelah pemasangan iud ada baiknya memberikan waktu agar tubuh bisa menyesuaikan alat jadi jangan membebani tubuh untuk melakukan pekerjaan fisik yang berat untuk beberapa waktu minimal sampai 7 hari setelah kontrol kembali dan memastikan semuanya baik-baik saja.

Seminggu kemudian dan pengalaman Emak-emak lainnya memakai T-Copper

Seminggu setelah IUD terpasang dan pengalaman emak-emak lainnya.

Hari ini rabu, 1 April 2015 saatnya cek posisi benang untuk IUD.
Oh ya kalau di puskesmas pucang sewu surabaya tempat saya untuk KB, Ibu hamil, Imunisasi ada jadwalnya sendiri-sendiri untuk KB dibuka pada hari rabu nya saja. Jadi gak setiap hari bisa konsul KB, karena Spesialis Obgyn hanya datang pada hari Rabu. Supaya gak antri lama, temen-temen yang berada di kota Surabaya bisa daftar online disini. Hari ini lumayan lama antriannya dan lupa bawa buku pula ya sudahlah, saya ngobrol aja sama emak-emak yang senasib sepenanggungan #tsa. Emak pertama mau control IUD haidnya gak lancer setelah sebulan pasang jadi mau dicopot. Kalau saya Alhamdulillah selama dua tahun lebih ini haidnya malah sangat lancar.

Emak kedua udah pasang IUD selama 3 tahun lamanya, awal ceritanya sih emak ini pakai kontrasepsi steril. Waktu anak pertama lahir tapi kemudian malah bisa hamil anak kedua jadi kata mak ybs namanya gagal KB. Whaaat?? ternyata bisa ya steril kebobolan. Berarti si mak tsb subur banget Subhanallah…. Manusia Cuma bisa berusaha hasil akhir Allah yang menentukan.

Nah menurut cerita simak kedua ini, setelah terjadi kegagalan KB steril kemudian simak ini direkomendasikan Bu Bidan KB untuk pasang IUD. Tahun pertama, kedua tidak ada masalah. Masuk tahun ketiga masalah itu datang haid terus tanpa henti sampai satu bulan sampai kliyengan. Akhirnya hari ini dia mutusin untuk copot IUD dan minum pil. Saya pernah merasakan haid gak selesai-selesai selama 1bulan sampai mau pingsan Karena, waktu itu ada job bawa kamera video untuk syuting tata cara deteksi kanker leher rahim crypto gun eh malah yang nyuting udah kliyengan aduh kalau inget itu bikin kapok kb suntik :p

Jadi bisa dibayangkan pikiran saya saat itu, tentang berita IUD yang tidak sesuai harapan dan saya masih seminggu pasang ini. Tetapi semua itu di kembalikan lagi ke saya, kalau udah mantap bawaannya lebih plong aja. Jadi saya menyimpulakan iud yang saya pakai sekarang ini, berbeda pada setiap orang. Apa mungkin Karena iud ini memakai bahan yang murahan ekonomis? Tapi di tulisan kemasannya made ini germany loh. Ya sudah mungkin kecocokan pemakaian iud tiap orang bebeda. Alhamdulillah saya baik-baik saja. Amiiiin…

Pemakaian IUD harus termonitor agar tidak terjadi erosi.
Saya pernah dua kali erosi karena benang IUD gak terasa sih sakitnya cuman ngerasa gak nyaman. Penyebabnya Erosi, faktornya yang pertama itu saya telat kontrol tiga bulan padahal udah ngerasa gak nyaman. Saran saya kalau merasa tidak nyaman langsung di periksakan saja agar tidak terjadi erosi. Faktor yang kedua saya stres kelelahan sampai sempat flek sehari karena pengalaman sebelumnya saya langsung memeriksakannya.

Kenapa Erosi ini terjadi?
Jadi erosi terjadi, akibat benang yang menempel pada mulut rahim karena posisi IUD yang tidak benar. Sehinggga mempermudah terjadinya pengelupasan. karena sifat dasarnya mulut rahim ini mudah terkelupas. Jadi bentuknya kayak sariawan gitu setelah itu dikasih abothyl sudah selesai. Erosi ini bisa sembuh dengan pemberian obat pada saat kontrol.

Jangan Sepelekan Erosi
Jangan sepelekan erosi karena Bu Bidan pernah membagikan pengalamannya tentang pasien yang datang terlambat, keluhannya seperti keputihan disertai darah, keputihan yang berbau, perdarahan berkelanjutan, dan disertai metastase. Begitu merasa gak nyaman, yuk langsung segera diperiksa. Karena dengan menemukan erosi dalam stadium dini berarti menyelamatkan jiwa, mengurangi kesakitan penderita dan biaya pengobatan.

Segini aja dulu catatan pemakaian IUD semoga bermanfaat…
Oh ya selalu konsultasikan sama pasangan ya sebelum memasang Alat kontrasepsi 🙂

Leave a Reply

Required fields are marked*