parenting

Mengenal Disleksia

tokoh

Hai mak, sudah ambil rapor kan? saatnya libur panjang dong asyik, mau liburan kemana? bisa cek disini untuk reverensi liburan… Oke kembali ke permasalahan nilai, adakah yang masih galau sama hasil nilai rapor anaknya kemarin? saya pasrah tetep berusaha semaksimal saya tentang nilai bahasa arabnya si najwa hehehe…Sebetulnya saya tipe emak-emak yang santai kayak dipantai masalah nilai.

Meski saya santai, saya cukup stress loh kalau si Najwa mulai Ujian padahal anaknya santai-santai aja. Kalau musim Ujian saja berupaya ijin pulang kerja lebih awal satu jam supaya waktunya cukup untuk latihan soal. Meskipun tidak begitu wow nilainya tapi lumayanlah daripada tidak belajar sama sekali hehehehe… Hari Sabtu kemarin, ini saya ada jadwal mengambil rapor semester ganjil anak saya. Sebelum pengambilan rapor saya mengikuti seminar parenting yang dibawakan oleh Ibu Meri Krisna, S.Psi dengan judul Mengenal Disleksia.

Apa itu Disleksia ?

cover-disleksia

Disleksia berasal dari bahasa yunani, Dys artinya salah, Lexia artinya bahasa

Disleksia adalah Kesulitan berbahasa yang terjadi pada individu. Disleksia bukan suatu penyakit yang harus diberi obat lalu sembuh, disleksia adalah yang disandang oleh individu, saya mikirnya sih mungkin seperti badan Gemuk dan badan kurus bisa di perbaiki melalui usaha bukan obat ealah curhatin body malah hahahah… Disleksia bisa disandang oleh individu dengan IQ normal bahkan IQ diatas rata-rata loh. Menurut penelitan yang dilakukan di Bandung oleh tim DPSG (Disleksia Parent Support Grup) 17 sampai dengan 20% dari anak-anak usia sekolah mengalami disleksia. Jadi bisa dibayangkan kalau ada 100 siswa berarti sekitar 20 siswa mengalami disleksia. 20 Siswa ini mengalami kesulitan belajar spesifik atau sulit berkonsentrasi.
Disleksia BUKAN disebabkan karena:
– kerusakan otak
– salah pola diet
– kurang motivasi
– kemiskinan
– kemalasan
– riwayat perkembangan tidak merangkak

Walaupun begitu, tak berarti penderita disleksia akan mengalami kesulitan selamanya dalam hidup mereka loh. Ini adalah beberapa tokoh terkenal di dunia diketahui adalah seorang penderita disleksia.

Sebenarnya kesulitan berbahasa seperti apa sih yang disandang ?

apa-aja

A. Bahasa Lisan
Disleksia mudah diketahui pada usia usia 7 tahun, tetapi bisa juga kita perhatikan pada anak usia prasekolah.
Pada masa Pra sekolah bisa diketahui pada anak yang kosakatanya kurang. Misalnya pada Bahasa prespektif berikut contoh kalimat “ampu” (sambil menunjuk lampu). Mengucapkan kata-kata sering salah misal transmigasi = tanmilisi. Menganti istilah “itu si coklat sdh dtg ” (coklat=bapaknya). Salah terminogi misalnya kolam renangnya mereka menyebutnya kolam renangnya tebal ada juga Tinggi = panjang.
Bercerita tidak Runtut susunannya mulai awal sampi akhir.
Sulit mengikuti instruksi yg majemuk (terlalu banyak instruksi yg malah membingungkan).
Mudah lupa (pensilnya sering hilang)
Sulit mengikuti ritme mengikuti gerakan senam, sering bingung pakai sandal terbalik.

B. Bahasa Tulisan
Sulit membedakan bunyi fonem bunyi terkecil misalnya transportasi = tanspotasi. contoh lainnya Nulis b bisa d. Menulis tidak sesuai kaidah umum. Tidak lazim misal ribet dalam menulis, tulisannya berantakan, ada kata yang hilang, Misalnya pada saat mengarang dalam penggunaan kata sambung “kemudian, lalu, sehingga sampai akhiirnya mbuletisasai. Sepertinya saya mengalami halaah curhat lagi 😀

C. Bahasa Sosial
Penyandang Disleksia sering terlihat tidak sopan karena kurang memahami lawan bicara dan lingkungannya, nampak janggal dalam pergaulan. Sikap mereka cenderung ‘seenaknya’ atau seperti ‘tidak tahu aturan’ namun sebenarnya hal tersebut disebabkan karena mereka seperti tidak peka terhadap aturan dan norma sosial yang berlaku di masyarakat. Sulit memahami kata2 abstrak. Misalkan kata Tolaransi dll.

Siapa saja penyandang Disleksia :
– Dari orang tua penyandang disleksia kemungkinan anak-anaknya terkena disleksia jadi sifatnya herediter (keturunan)
– Anak yang memiliki IQ normal bahkan diatas rata-rata.

Kesimpulan dari seminar parenting yang saya ikuti disleksia ciri disleksia ringan bisa diatasi dengan perhatian cinta kasih kita sebagai orang tua tetapi bisa juga kita konsultasikan langsung dengan psikiater.

Leave a Reply

Required fields are marked*