parenting, stories, travel

Rekreasi Alam menghindari Hedonisme

“Bunda awa beliin ini bund ? eh yang ini juga bund please?” Ini adalah rengekan awa kalau diajak jalan-jalan ke mall. Itulah kenapa saya males banget ngajak anak-anak ke mall selain berat diongkos, kalau dipikir-pikir sepertinya saya secara tidak langsung mengajarkan ke anak sifat konsumtif dan hedon. Ribet yes ngemall aja pakai pikir-pikir dulu.

Surabaya adalah kota yang rapih, hijau, indah dan tertib tetapi sayang masih kurang tempat rekreasi untuk anak yang sifatnya mengedukasi. Ada sih taman-taman kecil di setiap kecamatan tapi tempat yang saya maksud seperti misal di kenjeran ada kampung nelayan, nah anak-anak bisa diperlihatkan bagaimana proses mengambil ikan sampai menjadi makanan yang kita makan.

Betapa penuh perjuangan nelayan mendapatkan hasil tangkapannya? jangan sampai kita menyisakan makanan dll…. Ini hanya contoh saja bagaimana menjelaskan nilai-nilai perjuangan yang ada kepada anak-anak. Segala sesuatunya butuh perjuangan untuk mendapatkan yang diinginkan. Ngomong gampang keleeees hahahah…

Atau seperti di bandung dan semarang mereka punya taman lalu lintas jadi saya membayangkan ada polisi beneran yang mengatur lalu lintas berada di taman tersebut sedang menjelaskan kepada anak-anak fungsi rambu-rambu lalu lintas. Selain menghapus doktrin polisi yang menakutkan disini anak juga dikenalkan profesi seorang Polisi Lalu Lintas. Selama ini yang sering saya lihat taman baca. Kalau taman baca beberapa anak yang tidak suka duduk diam maka mereka jarang mendatangi taman baca. Ya itu hanya pemikiran saya pribadi mungkin karena Surabaya adalah kota metropolis sehingga lebih banyak mall …

Kalau sudah begini yaudah kita saja yang mengondisikan rekreasi yang mengedukasi.

Kalau masih punya desa enak yes, banyak pengalaman yang mengedukasi anak-anak. Seperti kegiatan-kegiatan warga desa setempat angon sapi, panen padi, buah-buahan dsb. Bahkan Anak kota sekarang jarang mengerti nama jenis pohon. Contohnya Anakku ketika merasakan buah duren itu enak, najwa langsung bilang “bunda ayo kita petik duren”. Duren mana bisa dipetik sih nak 😀

Karena rasa penasarannya najwa jadinya saya, Opung, Uti, Adik-adik saya serta anak-anak langsung berangkat ke pasuruan pergi ketempat wisata bernuansa alam yang mempunyai kebun buah. Kali ini perginya tanpa fafan karena dia masih ada urusan dengan acara keluarga lainnya. Istrinya disuruh piknik aja biar gak butek hahahhaha

Bhakti Alam yang terletak di desa Ngembal, Kecamatan tutur, Ngembal Pasuruan Jawa Timur adalah tempat rekreasi yang menyediakan beberapa jenis buah untuk di perlihatkan kepada pada wisatawan. Kami berangkat dari Surabaya pukul 5.30 pagi setelah sholat Subuh. Sengaja berangkat pagi karena menghidari macet.

Sesampainya di Pasuruan Pukul 07.00 pagi mampir diwarung penyet. Harganya murah meriah tapi maaf kelupaan difoto warungnya cat hijau kanan jalan menuju bhakti alam. Warungnya letaknya didepan pintu masuk petugas Bhakti alam. Murah Meriah hore orang 6 cuman habis 75.000. Yang kami pesan 2 Nasi Ayam, 3 Nasi Lele, 1 Nasi telor semuanya dapet tempe goreng rasanya gurih rih rih…oh ya kelupaan 2 Es teh, 3 teh hangat, 1 bungkus kerupuk.

Sesudah kenyang kami langsung pergi ke tujuan. Alhamdulillah kita kloter pertama masuk masih enak suasananya bisa foto-fotoan di jembatan seperti ini. Saya takut ketinggian moto ini sambil shalawatan dalem ati hahahahah…

setelah itu kita di jemput Bis untuk berkeliling kebun tapi sayang kalau naik bis kecepatannya kurang pelan menurut saya sampai gagal ambil foto-foto pohon nya hehehe..

Pemberhentian pertama di Milk Kingdom. Disini kita icip2 yougert enak.
Sayangnya gak bisa dibawa pulang buat oleh-oleh mungkin kalau kesini bawa box khusus yang kedap berisi es untuk bawa yougert. Soalnya enak tidak terlalu asam seperti c*****ry. Selain menjual yougert disini juga menjual ice cream, beras merah, kerupuk susu.

Pemb

nah dibawah ini adalah pohon kolang-kaling yang enak dibuat setup hmmmm yumm… :p

Pemberhentian selanjutnya adalah pawon jawa yang menjual keripik, jamu dan madu. Disini kita incip-incip keripik nangka, pisang, beras kencur dan sinom. Disini juga menjual telur bebek dan madu.


Selanjutnya kita ke kebun belimbing tapi sayangnya gak boleh turun dari bis jadi cuman icip-icip belimbing manis di bis.

Sampai akhirnya di pemberhentian terakhir disini kita minum jus tapi saya gak mampir karena anak-anak udah pada gak sabar buat main air dan pasir.

Dimanapun liburannya yang penting kita bisa enjoy menikmati apalagi anak-anak yang liburan sekolah bawaannya uring-uringan kalau gak dikasih aktifitas yang bermanfaat. Sampai ketemu lagi di liburan selanjutnya 🙂

13 Comments

  1. Wah seru ya tempatnya mba 🙂
    Mengenalkan anak kepada alam dan jalan-jalan ga perlu ke mal aja ya 🙂

  2. betul2 mbak, mending ngajak anak ke wisata alam daripada ke mall2 besar.. 🙂

  3. tempat wisata yang bagus nih, selain mengajak liburan anak tapi juga mengenalkan anak pada alam dan lingkungan sekitar

  4. Seru ya, cocok buat anak-anak

  5. nah ini yang mulai saya terapkan,
    kembali ke alam, seperti jaman kita kecil dulu.

    namanya anak tetep anak, walaupun sekarang serba gadget. toh ketika di ajak ke pantai, sungai, kebun mereka tetep happy aja.

    seneng liat anak kalau aktif bergerak.

    1. janis

      senang sekali melihat bermain dengan alam 🙂 apalagi kita tinggal di kota dengan keterbatasan lahan 🙂

  6. harus sering-sering berwisata ke alam, soalnya suasananya beda banget.

  7. Iya memang orang surabaya kebanykan liburannya ke pasuruan atau ke malang. Saya sendiri pun juga begitu, kadang bosan dengan hiruk pikuk di kota surabaya. Btw nice info mbak, bisa jadi referensi buat agenda jalan2 berikutnya

    1. janis

      iya benar susana alam membuat kita relax 🙂 terimaksih sudah mampir

  8. anak-anak emang harus sering di ajak main ke tempa wisata alam ya mba, supaya sekalian belajar juga mengenai alam. Kalau sering-sering di bawa main ke mall yang ada nanti malah timbul sifat konsumtif pas usia dini kan bahaya. Keren nih mba artikelnya

    1. janis

      iya mba untungnya di surabaya banyak ada taman-taman 🙂 terimakasih sudah mampir

  9. Hmmm, benar sekali. Alam mengajarkan banyak hal… termasuk salah satunya mengajarkan kesederhanaan

Leave a Reply

Required fields are marked*