parenting, sibling

So Good Cerdik – kebaikan untuk jalinan persaudaraan

Najwa disekolah suka sekali ngobrol bercerita dengan teman-temannya. Tapi kalau tahu waktu sih saya gak masalah, yang jadi masalah ketika dia asik mengobrol di jam pelajaran. Alhamdulillah, waktu kelas satu wali kelas najwa tidak melihat itu sebagai kekurangannya najwa. Tapi itu sebagai kelebihan najwa kalau dia lebih tertarik dengan storyteling atau mendongeng hahaha…

Berbeda lagi dengan Anas, anas lebih suka diarah kan perannya oleh si kakak. Misalkan kalau bermain peran, ceritanya si adik jadi kucing yang tersesat kelaparan kemudian si kakak menolong kucing tersebut, kemudian di beri makan. Si adik mau-mau saja berperan jadi apa aja sesuai arahan si kakak :p Awal permainan sih lancar tapi biasanya ditngah-tengah permainan itu selalu ada jeritan triakan dan si adik menangis. Yang namanya adik mentang-mentang kecil, jadi harus diperhatikan Big No buat saya. Awalnya saya selalu bilang ke si kakak, nak pinjamin dulu mainannya ke adik nanti kakak bisa main setelah itu. Tapi kok lama-kelamaan saya merasa memberikan ketidak adilan pada si kakak. Mestinya kalau kita bermain, harus sama-sama senang bukan hanya salah satu yang senang. Disini saya merasa kurang berempati kepada si Kakak. Oh Najwa maafkan bunda kadang-kadang suka gak sadar hiks 🙁

Pada suatu waktu saya membiarkan si kakak memakai mainannya tanpa harus memperdulikan rengekan si adik. Sambil bilang ke adiknya kalau ini mainan punya kakak, adik gak boleh begitu itu namanya merebut. Merebut itu tidak baik adikkan punya mainan sendiri ayo coba mainan milik sendiri. Kemudian saya pura-pura sibuk mengerjakan lainnya sambil istigfar dalam hati 🙁 Dan yang terjadi kira-kira 10 menitan si kakak memanggil adiknya untuk bermain bersama. Dari situ saya terharu, ternyata anak-anak pada dasarnya punya rasa belas kasih untuk saudara. Dan akhirnya mereka bermain bersama dan seterusnya.

Kemarin pada saat saya belanja mingguan untuk stok melihat di frezeer ada so good cerdik (cerita digital interaktif) yang dalam kemasan 400gr berisi frame dan digital story AR. Saya berfikir pas banget untuk najwa yang hobi bercerita. Widih ada cerita interaktif ini. Jadi kebayang manfaat gadget dalam bentuk permainan edukatif di smartphone. Saya beli beberapa dengan harapan supaya tidak berebut dengan si adik. Dari awal saya sudah membuat kesepakatan kepada adik dan kakak ini mereka saya suruh untuk memilih frame nya masing-masing. Mana punya kakak mana punya adik tapi eh ternyata meski udah beli 5 bungkuspun tetep aja berebut, tetep aja ada triakan-triakan si adik “ini punyaku!”. Saya istigfar dalam hati, sambil menjelaskan si adik kalau ini punya kakak kamu gak boleh ambil ini. Sayapun membiarkan mereka berdua menyelesaikan masalahnya.

Siadik menangis-nangis karena merasa kalah. Beberapa lama kemudian si kakak berhasil membujuk adiknya untuk melihat ceritanya bersama-sama. Si Kakak kemudian mengajak si adik untuk melihat cerita interaktif tetapi pastikan dulu untuk instal aplikasi SO Good Cerdik di play store. Si kakak memberi contoh kalau gambarnya harus di scan terlebih dahulu kemudian keluarlah cerita 3D. Gambarnya harus terang fokus agar bisa keluar gambar 3Dnya. Seketika tempat menjadi tenang sudah tidak ada lagi teriakan-teriakan si adek. Kakak adik ini seketika kyusuk memperhatikan cerita interaktif. Si Najwa ini memang supel anaknya dia gampang mengambil hati orang lain.

Jangan lupa diberi reward pujian untuk si kakak “Keren mbak najwa mau berbagi, adik harus mencontoh mbak najwa ya” Ah pokoknya seru So Good Cerdik ini selain bisa melihat cerita interaktif anak-anak juga bisa menyusun frame kesamping maupun keatas….

Yah begitulah mereka berdua sebentar-bentar bertengkar sebentar lagi mereka berpelukan on repeat…

Bunda berharap Semoga kelak kalau kalian sudah hidup mandiri kalian masih tetap rukun ya nak….
Sayangi saudara, sayangi sesama katanya mas anang dan mbak KD hehehhe….

note : Lomba So Good Cerdik infonya disini

3 Comments

  1. Najwa kreatif bikin perannya. 😀
    Ikut mengaminkan do’a dikau mbk bwt najwa dan anas. Amin amin ya robbal’alamin

  2. Ternyata sama aja ya mba..awalnya dua bocil rujuk..nanti tau2 rebutan.

    So good Cerdik ini mmng keren bnget. Ya teknologinya, ya ceritanya

  3. Kebalikannya dengan saya Mbak, si kakak anaknya terlalu pendiam, nah si adiknya ini yang pinter sekali story telling. Kadang kakaknya bilang, ssst jangan berisik, ssst ngomong apa sich. PR sekali nich supaya kakak juga mau belajar untuk bercerita. Apa karena anak laki-laki ya, jadi agak kurang pintar bercerita? Saya sudah beli nich So Good Cerdik

Leave a Reply

Required fields are marked*