Uncategorized

Ibu Inspirasiku

ibu-ih01

Sebelumnya jangan ada perang lagi antara Ibu bekerja diluar rumah atau Ibu rumah tangga sejati semua punya kebutuhan yang berbeda yang harus dipenuhi. Tulisan ini murni dari lubuk hati saya terdalam dan mumpung dirumah koneksi bersahabat saat ini saya ingin bercerita tentang Ibuku seorang wanita yang sangat menginspirasi saya.

Sampai setua ini, rasanya belum bisa membalas jasa orang tua yang sudah bersusah payah merawat memberikan seluruh dedikasinya kepada anak. Bahkan Ibuku sendiri diusia yang sudah masuk lansia, masih aktif bekerja dan tetap cantik. Buat saya Ibu adalah seorang pekerja keras dan mempunyai sedikit sikap feodal ups hehhehe tapi saya memahami sikap beliau seperti itu, lah iya to aku ini anaknya.

Dahulu saat belum ada BPJS dan masih sering diadakan seminar-seminar kedokteran yang dibiayain oleh obat-obatan paten, Ibuku mampu melayout buku ilmiah kedokeran dalam hitungan 1X24JAM setelah materi diterima berupa buku jadi pastinya didampingi bapakku. Waktunya dihabiskan untuk membuat keluarga kita cukup. Dalam hal ini, bukan lingkup keluarga kecil tetapi keluarga besar. Beliau Hebat sekali pokoknya.

Saya suka sekali kalau beliau masak rasanya nikmat, padahal bumbunya hanya bawang putih digeprek, mungkin ada rasa cinta dalam masakan beliau ih bombay kata-katanya :p Apalagi kalau buat cake tape, Ibu buatnya memakai tungku khusus dengan diberi pasir jadi tidak pakai oven hmmm rasanya gak ada lawannya. Duh pokoknya saya selalu merindukan ibu masak didapur. Beda banget dengan saya yang life goals nya bikin sambel yang bisa membuat paksu ketagihan :p Kemudian beliau bilang “kamu mestinya kudu pinter masak kayak ibu” narsisnya emakku ditiru anaknya kan? kemudian saya jawab ” ibu sih cari uang aja sampai gak sempet ngajarin aku” ngeles aslinya ahahha…..

polka

Ibuku pinter crafting juga, Aku inget banget waktu itu di Pasirlayung, Bandung sekitar tahun 1990 di masjid Muhajirin diadakan fashion show baju Muslimah dan Ibu menjahit bajuku sendiri pakai tangan tanpa mesin jahit. Kain yang saya pakai waktu itu dari katun putih bermotif polkadot hitam. Tapi sayangnya gak menang padahal Ibu buatnya susah payah 🙁 Saat itu jaman dimana ortu saya mengalami masalah finansial dan Ibu masih menjadi ibu rumah tangga seutuhnya 😀 Tapi saat di bandung saya bahagia, sehingga Kota Bandung adalah kota yang penuh kenangan indah buat saya. Bahkan Bapak heran, selalu bertanya kenapa suka banget sama Bandung sebelum balik lagi ke Surabaya? biasanya saya cuman senyumin bapak aja dan sebenarnya jawabannya saya:

saat itu saya nyaman Ibu menjadi ibu rumah tangga seutuhnya yang full waktunya menjaga anak-anaknya

Tetapi saya tidak boleh egois, banyak yang harus di perjuangkan saat itu. Sejak saat itu saya bertekad bagaimanapun caranya, meski saya kerja, anak tetep bisa saya peluk, setiap menit dimasa-masa golden years.

Uang bisa dicari, tapi waktu yang hilang dalam merawat anak, tidak bisa dikembalikan

Sekarang di usianya yang memasuki 61 tahun Ibu semakin berkurang kefeodalannya berbau londo Alhamdulillah… Lebih tenang, sabar, sekarang beliau lebih fokus beribadah dan jalan-jalan. Contohnya hari ini ketika saya menulis ini, beliau lagi naik kereta api bersama teman alumni SMP menuju Jakarta padahal minggu kemarin baru aja ke Jogja

Terimakasih Ibuku yang cantik, Ibu adalah inspirasiku dimana wanita harus kuat dalam menghadapi lika-liku Rumah Tangga. Mohon maaf anakmu yang nakal ini belum bisa membalas semuanya. Hanya DOA saja, Semoga Ibu diberikan selalu dalam lindungan Allah SWT , Kebahagian, Kesabaran Masuk Jannah tanpa Hisab…. Amiiiin

Selamat Ulang Tahun yang ke 61 buat Ibuku

dsc_0522-612x1024

Leave a Reply

Required fields are marked*