Uncategorized

Anggota baru

anggota-baru

Dari awal kehamilan saya sudah memberi tahu najwa kalau sebentar lagi Najwa tidak sendirian lagi mainnya akan ada saudara baru ygn masih bobo diperut buna. Pada saat umur kehamilan trisemester ke-2 saya juga menjelaskan kalau nanti najwa akan menjadi Kakak dan nama panggilan ditambah imbuhan ‘mbak . MWaktu masih hamil Najwa sangat antusias sekali mulai dari bacain Al-fateha lewat pusar bunda sampai elus-elus perut bundanya.Sejauh ini ternyata Najwa bisa menerima kehadiran adiknya.

Hari kelahiran sang adik Azhfar Anas tiba tepatnya pada minggu, 22 september 2013 pukul 07.16 WIB dengan berat 2700gr tinggi 49cm dengan jenis kelamin Laki-laki. Setelah ber jam-jam di ruangpemulihan akhirnya saya keluar untuk dipindah di kamar inap. Saat itu saya bisa melihat wajah Najwa yang kaget melihat bundanya lemah seketika itu juga najwa tantrum. Saat itu kami semua sibuk dengan si adik sehingga si kakak sedikit terabaikan. Beruntung Uti dan Opung membantu saya untuk membesarkann hati sang kakak dengan cara memberikan pertain yang sangat berlebihan heheheh… namanya juga kakek dan nenek harap maklum kalau perhatiannya mengakibatkan efek samping 😀

Hari demi hari berganti pasca melahirkan saya dan suami dihadapkan dengan masalah baru yaitu kecemburuan sang Kakak. Si Kakak merasa dirinya di acuhkan sehingga membuatnya semakin marah sama adik menurut dr. Sears ini namanya Sibling Rivalry. Option kedua Menitipkan najwa kepada kakek dan neneknya ternyata juga bukan solusi yang baik karena malah semakin ada aja ulahnya yang adiknya di cakar, dijiwit, dijambak dll fiuhhh….Ini lebih berat daripada drama ASI ternyata.

Akhirnya kami memilih untuk bersama karena yang namanya keluarga bagaimanapun keadaannya harus bersatu. Memang awalnya berat tapi semakin kesini sudah menghasilkan buah yang manis. Najwa mulai mengerti perannya sebagai Kakak, ya walaupun terkadang usilnya kambuh *namanya juga balita*. Saya selalu melibatkan najwa dalam mengurus sang adik misalnya meminta tolong mengambilkan popok kemudian memberikan pujian “wah dek anas beruntung punya mbak yang baik hati, kalau sudah besar mbaknya di jaga ya dek”. Saya juga melakukan rutinitas baru yaitu mendongeng isi ceritanya seputar kasih saying kepada saudara.

Ternyata punya anak lebih dari satu itu seru membuat saya lebih sering lagi belajar menjadi orang tua sekaligus PR membimbing meraka menjadi saudara yang kompak.

Harapan Buna semoga Najwa dan Anas senantiasa rukun selamanya…. Amiin…

Leave a Reply

Required fields are marked*