Uncategorized

Gara-gara Afi

Hai Afi saya baru tiga bulan terakhir ini mefollow facebook afinihaya. Saya bener-bener kagum deh dengan Afi anak yang masih SMA sudah berani belajar kritis melalui tulisan. Dulu saya SMA gak ada loh pikiran untuk belajar menulis seperti kamu yang ada main melulu heheheh…

Gara-gara afi juga nih saya mulai nulis lagi setelah berbulan-bulan ninggalin blog karena kesibukan *alesan klise* selalu ada hikmah dibalik peristiwa.

Jadi akhir-akhir ini tulisan afi viral di dunia sosmed, sampai suatu saat afi menulis dengan judul “WARISAN” tulisan ini dengan jujur saya juga gak setuju loh tapi saya anggap ah itu sudah biasa tentang perbedaan pemikiran gak sampai yang bagaimana juga.

Akhirnya saya baper fi, tulisanmu dengan judul “BELAS KASIH DALAM AGAMA KITA” ternyata sama persis fi dengan tulisannya Mita Handayani berjudul “AGAMA KASIH” bukan hanya satu kalimat tapi berparagraf sama persis.

Padahal ya, kalau saya baca statusnya Mita, dia gak masalah sih kalau tulisannya di copas oleh orang lain. Digaris bawahin ya ‘Mita gak masalah’ semoga saya gak salah ya. Kenapa saya mesti baper?

Saya baper karena saya memposisikan diri saya sebagai orang tua, saya melihatnya dari sudut pandang emak-emak ketika anak sebelia kamu dihujat disalahkan dengan kata-kata yang menyakitkan. Saya jadi orang tua gak sanggup fi kalau anaknya dibegitukan sedih rasanya.

Bukankah kami yang lebih tua seharusnya menasehatimu, mengarahkanmu supaya lebih baik lagi ?
Bukannya malah menjatuhkan mentalmu 🙁

Saya berfikir afi suka sekali dengan tulisannya Mitha karena dalam menulis blog inipun saya juga terinspirasi oleh beberapa bloger kok…

Dengan keadaan yang sekacau ini, jalan salah satunya adalah mengakui kesalahan dan meminta maaf. Menyadari setiap manusia pasti melakukan kesalahan termasuk saya ini yang gak luput dari salah. Lakukan sebisa afi ya…

Meskipun afi sudah meminta maaf tetapi masih saja di debat sebaiknya didiemin aja deh biarlah waktu yang menyelesaikan semuanya. Capek loh berdebat dengan orang yang merasa benar heheheh Paling tidak afi sudah menunjukan etika ya khaaan…..
Lebih baik kita mengalihkan ke kegiatan yang berguna supaya lebih produktif…

Harapan saya semoga afi bisa belajar dari pengalaman yang sangat mahal ini, untuk tidak mengulangi kesalahan yang sama ya say.. Selalu berhati-hati dan waspadalah waspadalah kata bang napi…

Tetap menulis ya Afi teruslah belajar. Saya akan selalu jadi silent reader :*

Oh ya ini ada sedikit cuplikan opini dari facebook temen saya semoga bisa jadi bahan pembelajaran buat kita walau ada beberapa yang tidak mengenakan tapi beberapa komen dibawah yang dapat kita ambil manfaatnya 🙂 disini

Dikirim oleh Janis Aulia pada 4 Juni 2017

Leave a Reply

Required fields are marked*