Uncategorized

Dilemma Covid-19

Dapat bekerja di rumah di saat musibah wabah covid-19 adalah salah satu solusi menghambat penyebaran virus ini. Sayangnya tidak semua orang bisa melakukan hal ini. Ada beberapa orang mempunyai previlage bekerja dari rumah mengontrol semua pekerjaan via surel dan sebagainya.  Tapi bagaimana yang belum bisa sepenuhnya bekerja secara online seperti driver online, terapis, penjaga toko dll… Dilema ya. 

Aku sendiri juga belum bisa 100%  kerja di rumah, meski usaha milik keluarga. Kenapa tidak libur? karena ada sebuah tanggung jawab yang sedang ku emban disaat krisis perusahaan ini, bahkan sekarang fafan sampai ikut terjun membantuku. Ketambahan lagi anak belajar di rumah yang biasanya belajar disekolah bersama ustadzahnya untuk menerangkan materi pelajarannya sekarang jadinya aku langsung yang mengajari anak-anak. Bahagia ada anak-anak di samping apalagi najwa ini ngertiin ortunya, tapi ya gitu deh menyebalkan jika main youtubenya tak ingat waktu. Inilah otoritas kita sebagai orang tua untuk mengontrol waktu bermain mereka. Demi kebaikan bersama. Entahlah kalau libur diperpanjang mungkin kami berencana akan mencari guru mengajar online. 

Harus tetap tenang di balik padatnya job desk yang ada. 
Aku tau pasti diluar sana ada beberapa orang tua yang stress kebingungan saat menemani belajar bersama anak. I feel you… Belum lagi musuh kita adalah gadget 

😅

Kalau masalah ini langkah awalnya saya dan fafan sepakat tidak akan mendaftarkan email dengan memalsukan umur mereka sebelum 13 tahun. Karena sekali kita daftarin email pakai nama anak di gadget, kita tidak bisa melacak history  hari ini mereka ngapain apa aja. Berat ya dibutuh kan trik khusus agar semuanya berjalan dengan lancar. Jangan lupa kita orang tua dari anak-anak kita, ketika mereka berbuat salah ingatkan mereka. Selama seminggu ini yang kami lakukan sebagi berikut :

Buat Jadwal
Biasanya aku buat jadwal kerja hanya untukku. Tapi saat ini aku buat jadwal untuk Ayah, Najwa (Worksheet), Anas (laporan esai tentang karakter) dan aku sendiri menangani 2 usaha. Semuanya ku breakdown supaya tidak terlewat.
Meski sudah dibuat jadwal tapi ada satu dua yang gak mampu terselesaikan hal ini karena kewajiban tugas anak menjaga ibunya (neneknya anak-anak). Seperti hari ini 2 tugas tidak lolos. Maka besok pagi aku harus datang lebih awal untuk mengejar tugas yang belum selesai.

Upayakan tetap Sehat
Memastikan sekeluarga sehat itu bukan hal yang mudah apalagi disaat covid-19. Jangan lelah untuk mengingatkan mereka terutama anak-anak untuk menjaga kebersihan. Lebih sering menyuruh anak-anak untuk cuci tangan dengan air dan sabun. Memastikan mereka mengkonsumsi makanan yang sehat sayur, buah, madu, prebiotik. 

Libatkan anak dalam pekerjaan rumah
Sejak liburan aku sounding ke ayah najwa dan anas. Kalau bundanya butuh support untuk urusan rumah. Jika semua urusan di kerjakan oleh bunda, bunda bisa kelelahan dan akibatnya bisa sakit. Kalau bunda sakit bisa kacau balau dunia persilatan, karena mereka pernah merasakan gak enak kalau bunda sakit jadi kami bekerjasama. Memang prakteknya tidak semulus rencana tapi jangan bosen memberikan teladan untuk mereka. Dalam hal ini aku juga masih belajar.

Berdoa 
Selain usaha fisik, pastikan berdoa. Berdoa dengan kepercayaan masing-masing. Meski covid-19 mematikan, dengan berdoa memasrahkan diri kepada Allah yang Maha menghidupkan dan mematikan, membuat hati lebih tenang, agar terhindar dari stress. Stres adalah gerbang masuknya penyakit sampai bersemayam di tubuh. Semoga covid-19 segera menghilang dari muka bumi ini Aamiiin…

Teruntuk yang belum bisa Work From Home jaga kesehatan. Jaga apa yang di konsumsi, jangan merokok, buat imunitas tubuh lebih prima. Menurut youtubenya anang hermansyah yang mewawancarai seorang virulogi, minum suplemen yang mengandun vitamin c dan e. Jaga kebersihan selalu cuci tangan dengan sabun. Jika dari luar, selalu ganti baju dan langsung mandi ketika selesai aktivitas diluar.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *