Uncategorized

Infark Miokard atau GERD

Baru-baru ini kita mendengar berita duka yang mengejutkan karena suami BCL berpulang ke Rahmatullah. Al-fateha untuk Alm Ashraf Sinclair. Kabar berita dari manajemennya adalah serangan jantung. Aku taunya istilahnya infark miokard / serangan fajar /serangan jantung mendadak dipagi hari (istilah ini dipakai juga di percetakanku kalau para dokter mengirim materi buku H-2 acara jadinya aku hafal istilah ini).

Anyway Nenek saya pun meninggalnya terkena serangan jantung mendadak di pagi hari. Penyakit jantung itu adalah penyakit bawaan (genetik). Karena penyakit jantung bawaan, aku sadar diri harus periksa ECG, mumpung promo general check up di lab swasta biasa karna aku emak modis (modal diskon) LOL. Ternyata hasilnya ritme jantungku sendiri tidak beraturan dan itu bawaan sejak dari aku bayi.

Menurut penjelasan dokter dengan bahasa awam, di jantung kita ada syaraf-syaraf yang mengalirkan darah ke jantung mirip benang, nah benang ini mbuletin (kusut) sehingga ritme jantungku gak beraturan.

Karena ritme jantung yang tidak beraturan ini dokter menyarankanku gak boleh terlalu lelah. Karena dalam keadaan normal aja benang-benang di jantungku kerjanya lumayan ngoyo, apalagi jika kubebani dengan olahraga yang keras.

Mau olahraga silahkan, cukup berjalan, dilarang aerobic apalagi crossfit bigno. Tidurpun begitu sehari harus 7-8 jam gak oleh kurang. Kalau kurang, harus wajib diganti jam tidurnya. Dokternya sih gak ngomong ke aku soal makanan apa yang di konsumsi yang penting gak berlebihan aja. Paling kopi aja sih. Padahal aku dulu bandel minum kopi apapun tak berdebar. Tapi sekarang beda cerita, debarannya udah ngalah-ngalahin jatuh cinta :’(

Sekitar dua tahun yang lalu, dadaku terasa sesak susah bernafas nyeri ulu hati sampai tembus ke punggung, ada sensasi panas sampai naik kerongkongan. Aku kira aku kena serangan jantung, badan udah lemah kukira waktuku habis didunia. Lebay dimulai.
Tapi aku keras kepala gak mau masuk IGD aku lebih milih ke dokter langganan sambil delosoran tiduran nahan sakit di kursi pasien. Aku gak mau ditusuk jarum, kalau dokterku bilang harus ke igd ya terpaksa akan kulakukan.

Alhamdulillah saat itu hujan lebat, jadi pasien yang menunggu hanya aku saja biasanya 2 jam bok antrinya. Sesudah diperiksa aku dinyatakan GERD (magh sesak bahasa awamnya) Langsung di resepkan racikan obat. Obatnya pun bekerja dengan cepat, Alhamdulillah sembuh.

Menurut Alodokter Ternyata GERD dan serangan jantung dua hal yang berbeda. Nyeri ulu hati / nyeri dada karena serangan jantung biasanya dirasakan sangat berat, menjalar hingga ke lengan, leher, atau rahang, dan biasanya muncul setelah melakukan aktivitas fisik.

Sedangkan nyeri ulu hati karena gejala GERD umumnya disertai adanya rasa asam pada mulut, tidak diperparah oleh aktivitas fisik, tidak menyebar hingga ke lengan atau leher, dan dirasakan semakin berat saat berbaring.

Aku sudah pernah terkena GERD, jangan sampai terkena serangan jantung. Karena aku punya latar belakang ritme jantung yang gak normal. Kalau badan lelah istirahat, hidari stress (hindari hal-hal yang gak penting seperti mengurusin urusan orang lain 😛 gibah, dll). Karena anak-anak butuh orang tua yang sehat dan bersemangat mari kita jaga kesehatan kita…

Dari cerita berpulangnya ashraf saya berasa diingatkan untuk lebih care pada tubuh saya sendiri.

Hari ini udah tidur berapa jam ?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *