Uncategorized

Konsisten

Sejak jadi orang tua otomatis peranku berubah mulai dari jamannya masa perASIan sampai saat ini masa sekolah dasar. Saat ini mata pelajaran untuk si kakak lumayan padat karena ada penambahan dari ilmu agama. Alhamdulillah anaknya enjoy aja, hanya saja yang jadi musuhku sebagai orang tuanya adalah gadget.

Perjanjian kami diizinkan memakai gadget, hanya pada hari sabtu dan minggu. Tetapi anak-anak hanya bisa bermain gadget di hari sabtu karena minggu sengaja kami ajak main di luar agar lupa sementara dengan gadget.

Bukan hanya bermain gadget saja, termasuk sholat lima waktu, cek bacaan tilawatih, sampai belajarpun harus tepat jam 7 malam sudah menjadi kesepakatan kami. Apakah mampu? ya belum lah masih banyak bolongnya dengan jadwal diatas.

Aku gak mungkin gak ngasih mereka ijin bermain gadget, lah wong bundanya kerjanya tiap hari tidak lepas dari smartphonenya. Boleh main gadget asal tau waktu, jangan sampai menggangu PR sekolah.

Soal pekerjaan rumah dikelas 4 ini aku pernah gambarin najwa. Tugasnya udah kayak macam anak desain tes gambar mau masuk universitas dong hahahaha Karena itu tugas eksul jingjay lah. Tapi kalau tugas yang lain aku suruh dia kerjakan sendiri. Usaha sendiri meski dengan drama.

Sekarang ini tantanganku, membuat dia bisa belajar secara mandiri. Gimana caranya buku paket yang setebal novel harry potter itu dia bisa ngerti. Akhirnya aku coba belajar lettering, doodle, siapin brush pen dan perintilan lainnya, kemudian barulah aku membuat peta pikiran. Apakah berhasil ? hampirlah, karena si kakak ini belum mahir membuat peta pikiran jadi butu waktu yang konsisten agar terbiasa. BTW Ini anak mau belajar ribetnya sama perintilan untuk peta pikiran. Kapan-kapan aku bahas tentang peta pikiran.

Memberikan waktu luang.
Kakak hanya boleh les privat sesuai dengan mata pelajaran yang dia sukai waktunya seminggu sekali gak lebih dari 2 jam. Supaya dia tidak kelelahan dan bosan karena sekolanya udah full day masa iya ditambahin dengan les tambahan. Aku tidak tega, biarlah dia enjoy tetapi harus dengan penuh tanggung jawab. Setiap aku pulang kerja dia meluk sambil bilang “bundaaa aku capek”.

Aku bisa memahami sih kenapa dia capek, karena tasnya udah berat, kelasnya ada di lantai 3. Aku bilang ke najwa kalau bundanya dulu malah lebih capek kelas 1 dan 2 sekolahnya jalan naik turun karena ada di gunung selanjutnya ketika di surabaya malah naik bemo anak sd loh, naik bemo jauh, setelah turun bemo bundanya masih jalan lagi sekitar 2km. Aku mau dia paham arti perjuangan. Aku gak tau nanti dia akan terlempar di dunia bagian mana.

Be Strong nak

Karena alasan itu, aku tidak memberinya les tambahan. Selain itu aku memang ingin punya quality time dengannya di jam belajar. Selain belajar, biasanya dia juga cerita tentang keunikkan teman-temannya dari yang suka pamer sampai yang gak biasa pamer LOL dasar bocah. Dan aku senang sekarang sudah mulai bisa ‘self defense’ terhadap temannya yang buat dia gak nyaman.

Kalau cerita tentang konsistensi orang tua, aku belajar pada najwa anakku…

30hbc2012 #30haribercerita

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *