Uncategorized

Lockdown Social Media ?

Kalau di dunia nyata Bapak Presiden memerintahkan kita untuk Social Distancing atau Lockdown Social media ala aku, untuk diriku sendiri. Pemberitaan covid-19 jujur membuat saya stress sampai entah kenapa badan agak demam, mual, perut sebah, tenggorokan ikut-ikut sakit. Sepertinya aku terkena anexiety. Sempat ngomel pula sama salah akun instagram official yang memposting kabar HOAX tapi tidak diberi stempel HOAX meski captionnya Hoax, recehkan ?

Ya kali ini aku mengakui tidak bisa kontrol emosi.  Terlalu banyak muatan negatif yang masuk ke akal pikiran. Entah akunya yang baper atau apa ya ? suasana ikut terasa panas bahkan sampai grup wa. Isinya keluhan-keluhan ya sutralah mari menenangkan diri. Sebaiknya aku diam seribu bahasa tanpa komen, demi sehatnya jiwaku, daripada Anexiety menjadi-jadi. Susah menyuruh orang untuk positif thinking disaat seperti ini, emang siapa aku nyuruh-nyuruh orang ? Lebih baik aku yang menghindar cari tempat yang baik untuk diriku. 

Saatnya lockdown sosial media, saatnya mencari circle yang positif yang gak dikit-dikit ngeluh, menghujat, menjatuhkan. Aku membutuhkan lingkungan yang selalu berfikiran positif, optimis penuh semangat seperti diriku, oalaah narsis teruuuus…

Sosial media aku akses sangat terbatas. Udah males posting, hanya sementara saja, sampai aku benar-benar tenang. Baca berita corona di batasi sampai aku gak tau kalau Amerika tempat temanku disana lagi gawat 🙁 Selain itu aku meliburkan diri untuk tidak bekerja. Situ enak kerja tetap dapat uang? lah kita ? anak kita makan apa? bla bla bla…  

Aku bukan orang yang banyak duit sampai harus memaksakan diri untuk libur. Aku masih punya suami yang siap membantu saat istrinya lagi kena anexiety dan aku percaya suamiku gak akan membiarkan istrinya kelaparan nyatanya aku susah langsing *alesan terus. Lagian selama 11 tahun pernikahan aku tidak pernah libur cuti sekalipun aku melahirkan. Melahirkan hanya libur 2 minggu langsung bekerja. Sekali lagi kekuatannya fafan diuji hehehe… Selain itu ini adalah salah satu ikhtiarku untuk membantu paramedis yang lagi berjuang diluar sana, dengan stay at home.

Aku tau, fafan pasti sedih gak ditemani kerja, tapi gimana lagi aku cemas kalau anak-anak ikut ke kantor, pikiranku kacau, terutama ibuku yang seneng banget ngajak aku window shopping hadeeh. Aku takut aku membawa virus, nanti gimana ibuku ? Secara ibuku sistem imunnya buruk karena penderita diabetes dll… (fyi. aku dan ibuku bekerja di satu ruangan)

Entah kenapa libur dirumah kali ini membuatku bahagia dan tenang. Biasanya aku BT dirumah seharian. Mungkin karena ada beberapa orderan desain dilakukan selama Work From Home (WFH). Apalagi menghabiskan waktu bersama anak-anak yang gak bisa kulakukan ketika aku bekerja. Bersyukur.

Baca juga ketika belum bisa WFH disini

Alhamdulillah…

Aku bahagia kita bisa sholat berjamaah.
Aku bahagia karena aku selalu konsisten mencek bacaan tilawati najwa.
Aku bahagia bisa berjemur bersama anak-anak menikmati matahari pagi.
dll…

Bahkan ketika cuci piring, ngepel 2x sehari, kerja deadline desain, main sama anak aku happy.

Sampai fafan bilang “bunda gak capek, beres-beres rumah ?”

“Capek pasti, tapi aku butuh bergerak ya itung-itung olah raga”

Celetuk najwa “I wish you always in home bunda, Bunda itu so fun menyenangkan.” (padahal aku kalau ngamuk ya menggetarkan hati) Ya gataulah bunda sampai kapan kuat dirumah aja hahaha…

Selama Lockdown melakukan hal yang membahagiakan seperti Belajar bersama anak, Beribadah dan harus tetep cari uang tambahan dari rumah.

Diluar sana kebanyakan orang tua ngeluh stres dengan tugas anaknya. Terutama tidak ada diskon dari sekolah wkwkwk bercanda… Jangan lah kasihan gurunya kalau di diskon, aku tau tenanga pengajar diluar sana itu sama kok pontang-pantingnya dengan kita. Itu ortu lain ya bukan aku. Aku berusaha dengan tekun dan pasrahkan kepada Allah SWT Sang Maha Pemberi, Maha Kaya karena, setiap anak punya rezeki masing-masing. Berusaha enjoy meski sulit. Najwa juga lebih sering gak mau di tungguin bundanya kalau belajar, kecuali bacaan tilawatinya, Matematika dan bahasa jawa. Adiknya pun begitu, dia mengerjakan tugasnya secara mandiri. Sejauh ini paling yang bikin agak mumet ketika saudara ini bertengkar ada aja konfliknya.

Produktif

Social Media Distancing / Lockdown social media ala eike ini membuatku happy, merasa lebih produktif, melakukan apapun yang aku suka selama positif. Perhari ini aku udah desain 30 alternatif rancangan desain ke klien, Buat handuk mandi kembali kinclong dll… Capek membaca hal-hal yang negatif males aja baca ngeluh lagi, menghujat lagi, cari pansos dll.

Jadi ketika kamu stress sampai anexiety seperti aku, dengan segala pemberitaan di beranda kamu, cobalah untuk sementara Lock Down Social Media. Walau begah baca grup WA corona lagi, corona lagi, auto mute 1 years, clear chat dll… Istirahat sejenak, fokus, tentukan prioritas, yang paling penting kamu harus bahagia, cintai diri sendiri dan terus berfikiran positif. 

Semoga Virus Covid-19 segera selesai di seluruh dunia. Aamiiin…

Sekian tips dari janis teguh LOL 

Always Be Happy, jauhin emosi tetap santuy Ok…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *