Uncategorized

Passion bukanlah Hobi

22 September 2013 anak kedua saya lahir dengan proses sectio. Sectio yang kedua ini dari awal secara mental saya sudah siap. Sampai saya sudah hafal tahapan sakitnya. 23 September 2013 saya pulang dari rumah sakit bersalin karena saya minta pulang. Setelah dr cek semuanya oke saya dibolehkan pulang. Rekooorrrr kan mana ada yg bisa pulang pasca sectio. Terimakasih buat dr obgyn dan terutama dr anastesi yang kece aku tak terlalu merasakan sakitnya luka operasi. 

23 September 2013 pukul 15.00wib Aku pulang ke rumah ibu (rumah ibu dekat dengan kantor) karena maksa ingin langsung kerja. Gila gak aku? Aku gak mau pulang, dirumah aku gak mau sendirian, aku gak mau kayak dulu nangis-nangis sendirian gak jelas pasca melahirkan. Aku mau kerja pokoknya…

25 September 2013 aku di hubungin klien untuk projects undangan pernikahan. Baiklah aku mau mengerjakan, padahal orang bekerja itu, ada yang namanya cuti melahirkan ini aku malah gak mau cuti. Saat itu aku senang, klien saya pun sampai datang kerumah ibu, bawa banyak cemilan.  Aku bahagia… Jadi tipsku kalau kalian jenguk orang yang habis melahirkan bawalah makanan yang enak seperti harvest cake, igor LOL. Ketika kerja aku lupa cenut-cenutnya luka sectioku, aku gak ada waktu buat melamun, yang aku ingat hanyalah makan banyak konsumsi air putih, minum madu, soya, fenugreek ASI pun jos melimpah. Pekerjaan desain inilah aku menyebutnya dengan Passion

Awal aku menggeluti desain grafis saat SMA kelas 3 (18 tahun). Waktu itu aku tanya bapak lagi ngapain? bapak bilang lagi buat poster. Terus aku tawarin dong “sini aku aja yang buat” waktu itu poster yang aku buat poster seminar kedokteran di RS Mitra Keluarga darmo. Eh dokternya muji dong katanya bagus desainnya yeaay… Ternyata aku kerja dibidang ini lama juga sejak SMA. Aku mulai melatih diri menggunakan  tools apa saja yang dibutuhkan. 

Sejak itu pula, kalau ada desain bapak selalu nyuruh aku. Aku bisa tau selera klien, dia sukanya apa tanpa harus banyak ngomong. 

2018-2019 tahun terberatku dimana aku merasa frustasi, bosan sama keadaanku. Blog sampai expired gak diurus, aku lelah menulis dan malas mengupgrade ilmu fotografi.


Jadi inget waktu jaman kuliah, kalau ke toko kamera selalu ditanya ikut kerja foto dimana? aku jawab aja kalau aku bukan fotografer aku hanya suka aja. Malah dulu sempat ngayal kalau akad nikah maunya seperangkat canon 1dsmark dan hasselblad (jaman bahela) lengkap dengan lensa, akhirnya jatuh kejedot pintu ngayalnya tidak diukur, siapa aku hahahaha… LOL 

Yah begitulah fotografi bukan buat yang serius kalau dapat fee aku anggap bonus.. Hal inilah yang aku maksud dengan hobi. Mau ada challange fotografi harian kek, bulanan, tahunan kalau gak mau dilakukan ya tidak aku lakukan. Begitupun dengan menulis. Padahal aku ikut challange 30 hari bercerita. Kalau bercerita ini sih lebih ke benerin mental health dahulu, daripada aku ngomong sendirian kan, mending di tulis. Ntar kalau ngomong sendirian  jadi kebablasan error pikiran yang penting nulis aja deh. 

Tetapi akan beda cerita ketika dapat orderan membranding olshop aku akan sangat semangat gak perduli beban 1 ton ada di pundakku, aku baik-baik saja. Selama toolsnya juga support “Lets do it”. 

Jadi menurutku passion itu bukan keinginan sesaat yang kesenangannya cepat menghilang. Passion akan ada jika terbiasa kita melakukannya dengan hati yang gembira. Ketika bekerja aku gak pernah merasa bosan, frustasi saat mendesain sesuatu. Tiba-tiba perut jemblung aja kebanyakan duduk LOL

Passion adalah Sesuatu yang sangat menyenangkan bila dilakukan secara terus menerus everlasting. 

Passion berbeda dengan hobi. Kalau hobi maunya dikerjakan pada saat jam santai khusus untuk senang-senang. Sedangkan passion mau operasi jahitanku berdenyut kek, kalau desain undangan final previewnya hari ini ya aku pastikan tepat waktu.

1 thought on “Passion bukanlah Hobi”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *