Uncategorized

Pendidikan berkarakter

Menyekolahkan anak jaman sekarang itu tidak sama dengan jaman dahulu sewaktu saya sekolah. Orang tua duduk manis, tinggal cari duit beres. Mau anaknya rangking, mau tidak bebas. Itulah orang tua saya dulu, yang penting anaknya sandang pangan papan tercukupi. Berbeda dengan saat ini kita harus perhatian tentang bagaimana keadaan di sekolah, teman-temannya, para ustadzah dsb…

Menurutku pribadi peran sekolah itu hanya sebuah tempat yang membantu pendidikan anak saya saja. Entah itu pendidikan ilmu agama atau pendidikan umum. Paling tidak sebagai orang tua, kami berupaya memasukkan mereka di lingkungan yang baik. Karena hal itulah aku sebagai orang tua harus mengisi kekosongannya.

Kekosongan maksudku disini adalah yakin anakku paham tentang materi yang diberikan ustadz/ah ? Karena tiap anak itu unik, maka berbeda pula teknik belajarnya. Ada yang suka hafalan saja, ada yang suka berhitung saja, ada yang gak suka dua-duanya tapi jago main lego, jago menggambar dan sebagainya. Jadinya sebagai orang tua kita mendampingi mereka dalam belajar. Hal mana sih yang perlu kita bantu ketika mereka mengalami kesulitan.

Syukur-syukur kalau disekolahnya bisa memenuhi semua kebutuhan anak didiknya. Kita tinggal memperkaya saja. Sebenarnya pendidikan materi itu dalam kehidupan kurang terpakai, tetapi di dalam belajar kita melakukan proses berfikir. Proses berfikir inilah yang perlu dilatih untuk bekal masa depannya nanti.

Selain belajar materi, yang lebih penting adalah pendidikan karakter sang anak di rumah dan di sekolah. Karakter maksudnya disini adalah anak-anak mampu tertib, bersih, tangguh, kuat, mandiri, hormat serta menghargai orang lain.

Sadar sebagai orang tua tugasnya membangun pembentukkan karakter anak porsinya lebih besar sedangkan, sekolah fungsinya memfasilitasi para pendidik yang berkarakter sehingga jangan sampai ada drama pembullian. Selalu merinding tentang berita pembulian.

Please para orang tua yuk kita peduli anak kita ini baik-baik saja kah? apa justru anak kita tidak baik-baik saja? Sebaliknya juga para pengajar, kalau kami sedang berkeluh kesah mohon ya diperhatikan. Terkadang kami bingung mesti ngapain, saya pribadi mau kok buat bekerjasama dengan senang hati agar orang tua dan sekolah bisa bekolaborasi begituh.

30hbc2025 #30haribercerita

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *