Uncategorized

Penyesuaian

Baru hari ke empat aku mulai menulis lagi tiap hari, itu berarti kurang 26 tulisan wow masih jauh cinta. Doakan saya semoga terus rutin menulis.

Ada istilah sibuk belum tentu produktif. Aku bisa saja sibuk, bahkan berasa 24 jam sehari ini kurang. Mulai bangun pagi sampai kembali tidur apakah aku sudah melakukan hal yang produktif ? Apakah aku mampu menghasilkan sesuatu ? 

Kalau menghasilkan dilihat dari sudut pandang matrealistis jawabannya sudah tentu menghasilkan, bersyukur saja dengan nilainya yang penting cukup tidak kekurangan. Tapi kalau menghasilkan sesuatu disini yang aku maksud, adalah menulis yang sekaligus membantu memulihkan kesehatan jiwa yang lebih baik. 

Tahun 2018-2019 aku dihadapkan masalah yang ya bisa dibilang buat aku berat. Tahun dimana aku lelah berusaha. Tahun dimana aku berhenti melakukan yang aku suka kecuali kuliner. Sedih banget di tahun tersebut mulai dari usaha keluarga yang sudah berdiri kira-kira 20 tahun gulung tikar. Kemudian saya melihat keadaan orang tua saya usaha yang dirintis dari nol akhirnya mau berakhir sedih banget. Peluk erat buat generasi sandiwch. Kalian hebat. Sedangkan saya sebagai anak tidak bisa berbuat apa-apa itu, menyebalkan sekali kan. 

Kemudian sebagai Orang tua, aku teledor sekali buat najwa sampai tiba-tiba matanya minus 2 dan tak kusangka dia juga sakit amandel. Belum lagi sebagai istri ah sangat complicated. 

Berdamai dengan diri sendiri dan memperbaiki diri.
Ya sudah ini sudah terjadi harus di lalui juga, jangan terlalu menyalahkan diri sendiri. Gimana harus memperbaikinya. Sebagai anak setidaknya aku jangan sampai merepotkan kedua orang tua. Biarlah mereka istirahat menjelang hari tuanya. Meski aset kami akan berkurang tapi masih bisa di cari lagi.

Sebagai orang tua aku harus lebih berusaha lagi buat memastikan apa yang di konsumsi anak-anakku. Terutama si imut najwa, si picky eater. Berharap najwa mau tiap hari menghabiskan bekalnya.

Sebagai istri, semoga fafan bisa lebih sabar dalam menghadapiku. semoga dia bisa ngerti apa yang aku mau, Aku tuh masih punya semangat kok untuk buat sesuatu. Ayolah bantu aku ya. Ajak aku hunting kemana saja wkwkwk LOL

Perjuangan ini harus dilakukan, banyak jalan untuk menemukan jalan keluar asal mau bersungguh-sungguh. Perjuangan menyelesaikan masalah itu sebenarnya, bukan sesuatu yang berat melulu kan? Ketika kita sedang berjuang, kita bisa mengkondisikan keadaan untuk bisa menyenangkan.

Seperti naik roller coaster menegangkan tapi ada perasaan menyenangkan setelahnya katanya sih (padahal kenyataannya aku bisa pingsan kalau naik roller coaster sungguhan). Kata Ibuku masa iya setiap hari itu puasa, kelak pasti ada hari lebaran.

Ketika ada suatu hal yang menegangkan pegangan saja kepada Allah SWT, gak ngerti mesti ngapain pasrah dibarengi dengan ikhtiar. 

Harta boleh berkurang kan itu hanya  titipan yang Allah beri. Di beri sehat adalah rezeki yang tak ternilai dari Allah. Tapi jangan sampai mentalku miskin. Berusaha terus kejar, jangan buat rumit, bekerja keras, tahan banting, menyibukkan diri secara produktif. 

Produktif itu harus karena sibuk itu belum tentu produktif setidaknya aku sudah berjalan dengan segenap usaha. 

Aku tahu masalahku ini berat dari sudut pandangku tetapi, bukankah dimata Allah SWT hal yang receh ?

AllahhuAkbar…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *