Uncategorized

Ribetnya Belajar dirumah

“Bunda, ibu-ibu yang lain stres karena para guru tugasnya ya cuma ngasih tugas. Sampai komnas perlindungan anak melakukan survei kepada orang tua dan hasilnya 58% anaknya stress.” Celetuk omelannya ayahnya anak-anak. 

Menurut fafan, salah satu pemicu stress pada anak itu adalah yang biasa main sama teman-temannya tiba-tiba harus diam dirumah dan dihadapkan tugas yang banyak, rasanya plang. Maklum najwa anak yang suka berteman meski masih berproses dalam menghadapi bullying. Beda sama emaknya, kalau emaknya punya teman gak sejalan, ya menghindar aja, males mikir hal gak penting.

Bahkan fafan nyeletuk begini “Itu tugas gurunya, kok cuma ngasih tugas? gak pakai menerangkan materi?” Fafan gak setuju dengan cara seperti ini menurut dia anak tiba-tiba di suruh paham materi, yang bener aja. Ayah liat loh google classroom, isinya tugas ada sih satu ustadzah yang menerangkan dan video lainnya tugas lagi, tugas lagi. Bunda gimana ? 

Nano-nano deh rasaku…

Mungkin dia takut kalau aku stress, dan endingnya isi airpay shopee lalu belanja baju bekas, isterinya ini panikkan. Akhirnya bocor alus keuangannya LOL… 

Ya wajar dia tanya ke aku, karena diawal pandemik aku sudah kena anxiety. Sebenarnya saat ini aku panik badan tambah mekar kayak habis di fermentasi lalu mengembang seperti donat, bukan masalah tugas sekolah anak LOL. 

Soal stressnya pelajaran, kalau aku gak paham dan gak lupa, aku langsung nanya ke grup atau japri, nantikan di jelaskan oleh ustadzahnya atau wali murid lainnya. Jadi ortu harus rajin tanya, Pertanyaan hadir karena kita gak paham dengan materi yang ada. Dan kalau aku gak tanya, itu berarti aku gak menemani najwa belajar 😅 

Gimana donk emaknya kejar setoran nih LOL 

Anak Alhamdulillah bahagia, meski kadang mereka mengeluh rindu berat dengan teman-temannya. Mungkin anak-anak bisa happy karena, tiap hari ngabisin susu segar 1 Liter hahaha.

Anas gak mau ngerjain tugas sesuai jadwal, ya gak papalah karena ada saatnya kok dia mau buat ngerjain tugas meski hanya satu halaman. 

Soal najwa memang harus selalu diingatkan, diajarkan keteraturan dan tanggung jawab karena umurnya udah masuk 10 tahun bentar lagi baligh nih. Setiap dapat PR langsung dikerjakan tidak ada babibubebo, no excuse, tidak perduli deadline masih panjang. Karena aku gak suka menumpuk pekerjaan, kecuali tumpukan strika haduh biarlah. 

Jadi tugasnya najwa pernah telat ?

Ada dimana kondisi yang bisa di maklumi jika telat mengumpulkan tugas misalnya listrik padam, terus saya ada panggilan dadakan di kantor, pelatihan online karena aku ikut pelatihan dari pemerintah dll masih bisa kompromi. Stress tidaknya anak adalah tugas saya dan fafan yang harus mengkondisikan biar anak gak stress, entah gimana caranya. Kan ini anak kita berdua jadi sama-samalah mengatasinya. Senjatanya fafan, ajak anak main konsol game, sambil ketawa kenceng paraaaah…. 

Coba Instal aplikasi ‘airconsole’ deh menyenangkan loh karna gamenya anak milenial jaman purbakala. Mainya lewat PC / TV yang tersambung inet, jadi smartphone kita sebagai joystick apasih namanya aku gak paham intinya buat kontroling pergerakan. Maklum aku tipe orang benci ngegame karena kalahan LOL

Anyway, kalau dipikir-pikir lagi omongan suamiku itu ada benernya. Meski anak belajar dirumah, harusnya ada komunikasi dua arah. Ada guru yang menerangkan, ada murid yang mendengarkan lalu, jika tidak paham, murid diberi kesempatan untuk bertanya. Semacam live conference gitu sama anak-anak. Mengusahakan tetap ketemu teman-temannya dan guru tiap masing-masing pelajaran. Kan anaknya kangen teman-temannya, kangen bu guru juga. Yah minimal guru yang bersangkutan buat video pembelajaran, bukan video yang sudah ada di youtube lalu dishare. Tapi masalah wali murid yang lain adalah sinyal yang datang dan pergi. Tidak semua wali murid koneksi inetnya stabil di rumah, ada yang langanan mobile data yang sinyalnya naik turun, bahkan ada yang tidak bisa online sama sekali. Jika perlu wali murid diberi fasilitas online (bagi yang bermasalah koneksi inetnya) maaf sarannya instan wkwkwk.

Aku mengusahkan untuk enjoy, meski mental terasa lelah.  masalah tugas telat karena lebih ke teknis misalnya gak kedetect di gdrive, yoweslah kan gak sengaja toh. Aku tidak paham secara teknis, ya tidak apa-apa kan bisa belajar. Meski terbiasa mainan google, awalnya aku juga gak paham cara kerjanya google classrom, cara turn in, mark as done sampai bikin najwa telat ngumpulin tugas. Padahal udah diberikan tutorialnya, tapi ya gitu deh history chatnya banyak, keburu di clear chat hahaha

Kalau nilai najwa bahasa arab, bahasa jawa atau pelajaran lainnya jelek, ya tidak apa-apa karena aku tidak menguasai materi tersebut dan tidak ada materi di google classroom. 

Daya ingat anak-anak berbeda-beda, jadi kalau nilai kurang, wajarlah karena aku emaknya, punya banyak keterbatasan untuk belajar lagi. Sebagai ibu pekerja lalu mengurusi urusan domestik, ketambahan lagi ngajarin anak sekolah, mentalnya pasti lelah gak bisa dipungkiri.  Iya kalau ngajarin anak-anak tentang desain sambil tidur aku bisa jelasain LOL 

tapi sayangnya ada kurang lebih 12 mata pelajaran yang butuh di jelaskan ke anak.

Glegekan  gais…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *